Konsep Dan Perkembangan Audio Editing

Audio Multimedia

Multimedia yang ditawarkan oleh sebuah komputer saat ini sudah mampu menghadirkan unsur audio dan visual dengan kualitas yang sangat baik. Bukan hanya menikmati apa yang disajikan oleh komputer, tetapi kita juga bisa mengolah data audio dan visual tesebut sesuai dengan keinginan kita. Tidak sampai di situ saja, bahkan kita mampu menangkap data audio dan visual yang bersumber dari luar komputer, lalu disimpan dan diolah dengan komputer. Hal ini dapat dilakukan dengan menambah alat-alat penunjang yang dipasang pada komputer atau yang sudah ada pada komputer tersebut. Sifat upgradable yang diusung komputer saat ini semakin mempermudah kita untuk menjadikan komputer tersebut menjadi alat bantu yang mampu memenuhi kriteria-kriteria yang dibutuhkan oleh kegiatan yang kita jalani.

Penggunaan komputer sebagai teknologi digital yang merambah pada bidang audio direspon dengan cepat oleh studio-studio rekaman saat ini. Hal ini ditandai dengan semakin menjamurnya keberadaan studio rekaman berbasis teknologi digital. Fleksibilitas, kualitas dan penghematan biaya yang menjadi alasan mengapa studio rekaman berbasis digital kian banyak saat ini, bahkan mulai menggusur studio rekaman yang masih berbasis analog. Kalau dulu hanya kalangan tertentu saja yang mampu membangun studio rekaman, namun saat ini kalangan menengahpun sudah mampu membangun studio rekaman dengan kualitas yang juga baik.

Saat ini sudah mudah ditemukan home recording yang kompleks dalam hal peralatan penunjang rekamannya. Sehingga home recording yang tadinya sederhana dan relatif murah, menjadi semakin kompleks dan membengkak dalam hal biaya pembuatannya. Jelas hal ini akan menjadi kendala bagi para pelaku bisnis ataupun orang yang ingin mulai berkecimpung dalam dunia home recording. Kendala tersebut timbul mulai dari pemilihan software dan hardware, sampai instalasi seluruh komponen yang benar-benar dibutuhkan untuk membangun sebuah sistem home recording.

Home recording sebagai sebuah studio rekaman digital dengan biaya pembuatan yang relatif murah, perkembangannya semakin pesat, seiring dengan pesatnya perkembangan komputer. Hal ini direspon dengan cepat oleh para produsen alat musik dan elektronik, sehingga bermunculan alat-alat yang dapat menunjang sebuah proses rekaman ataupun pembuatan komposisi musik secara digital. Banyak alat musik saat ini yang menyediakan fasilitas untuk menghubungkan alat musik tersebut ke komputer. Dan banyak pula alat-alat penunjang rekaman yang menyediakan fasilitas yang sama. Tidak ketinggalan juga para produsen perangkat lunak atau software mengeluarkan software-software audio recording, mulai dari multitracker software sampai software yang berfungsi sebagai penunjang yang berinteraksi dengan sebuah software multitrack atau yang berdiri sendiri.

Semua suara yang keluar dari komputer saat ini dihasilkan dari sebuah perangkat yang dinamakan sound card atau kartu suara. Walaupun demikian, setiap komputer dilengkapi sebuah speaker kecil di dalamnya. Kartu suara pertama kali diperkenalkan Creative Labs pada tahun 1989. sejak saat itu pula banyak vendor yang memproduksi kartu suara sebagai pelengkap sebuah komputer.

Kartu suara mempunyai komponen-komponen inti, yaitu:

  1. Digital Signal Processor (DSP), alat yang bertanggung jawab terhadap semua pekerjaan kartu suara.
  2. Digital to Analog Converter (DAC), alat ini berfungsi mengubah sinyal digital menjadi analog.
  3. Analog to Digital Converter (ADC), alat ini berfungsi untuk mengubah sinyal analog menjadi digital.
  4. Read Only Memory (ROM) atau Flash Memory, berfungsi sebagai tempat penyimpanan data sementara.
  5. Musical Instrument Digital Interface (MIDI), sebagai perantara hubungan keluar komputer.
  6. Colokan penghubung mikrofon dan speaker.
  7. Game Port, untuk menghubungkan komputer dengan sebuah joystick atau gamepad.

Hampir semua kartu suara saat ini sudah menggunakan slot PCI (Peripheral Component Interconnect). Sudah sangat jarang ditemukan kartu suara yang masih berbasiskan kepada slot ISA (Industry Standard Architecture). Hal ini karena kualitas kartu suara PCI lebih baik dibandingkan kartu suara ISA. Selain itu, interface slot ISA sendiri sudah mulai ditinggalkan oleh produsen-produsen motherboard saat ini.

Pentingnya sebuah kartu suara saat ini dapat dibuktikan dengan makin banyaknya motherboard yang telah menyertakan sebuah kartu suara pada kemasannya. Kartu suara semacam ini dinamakan kartu suara onboard. Kualitas kartu suara onboard juga semakin baik, diiringi semakin tingginya kebutuhan konsumen akan kualitas suara yang memadai untuk kebutuhan yang semakin kompleks.

Untuk kebutuhan yang sangat spesifik pada audio recording, terdapat kartu suara eksternal yang terkoneksi melalui interface firewire atau IEEE 1394 ke komputer. Kartu suara ini memang dikhususkan untuk penggunaan rekaman pada studio rekaman ataupun home recording, dengan memiliki jumlah output dan input yang lebih banyak dibandingkan dengan kartu suara biasa.

Untuk sistem audio recording, sebaiknya gunakan kartu suara dengan tipe full-duplex. Kartu suara semacam ini sudah dapat melakukan playback pada saat proses perekaman sedang dilakukan. Hal sebaliknya dengan kartu suara half-duplex.

%d blogger menyukai ini: