Aplikasi Gambar Berbasis Vektor

Sejarah singkat AutoCAD.

Autodesk adalah salah satu perusahaan software terkemuka di Amerika Serikat yang memproduksi berbagai macam CAD (computer aided drafting). Dua macam programnya yang cukup populer di-Indonedia khususnya untuk dunia arsitektur dan industri adalah AutoCAD dan Mechanical Desktop.

AutoCAD merupakan perangkat lunak untuk 2 dimensi dan 3 dimensi desain dan drafting yang dikembangkan oleh Autodesk.Inc, yang pertama kali diproduksi tahun 1982. AutoCAD juga salah satu program CAD pertama yang digunakan untuk komputer pribadi (PC) dan khususnya PC IBM.

Perangkat Lunak AutoCAD merupakan perangkat lunak standar untuk menggambar denah, tampak, potongan ataupun interior dari suatu bangunan. Software ini sangat baik dan memberikan kemudahan untuk dipergunakan secara bersama-sama dengan Aplikasi pendukung lainnya. Sebagai contoh, pemakai diberi kebebasan mengembangkan sendiri perangkat ini lewat AutoLISP-nya, agar sesuai dengan kebutuhan pribadi pengguna.

Selain itu, AutoCAD juga dilengkapi fasilitas yang memudahkan pemakai untuk mengekspresikan idenya secara maksimal serta mengeksploitasikannya kedalam bentuk gambar yang sangat menarik dan komunikatif dalam waktu yang relatif singkat. Dalam release awal yang dikeluarkan oleh Autodesk. AutoCAD menggunakan kesatuan primitif seperti polyline, circle, arc dan teks sebagai dasar desain.

Dalam perkembangannya, Definisi dari gambar berbasis Vektor adaah Gambar yang diawali dari titik-titik koordinat dengan menggunakan rumus matematik hingga bisa membentuk sebuah gambar dengan ketentuan ukuran skala dari gambar tersebut.

Data GPS.

Teknologi GPS memberikan terobosan penting dalam menyediakan data bagi SIG. Keakuratan pengukuran GPS semakin tinggi dengan berkembangnya teknologi. Data ini biasanya direpresentasikan dalam format vektor.
Winarno dan Suryono (1994) mengemukakan, bahwa ada tiga jenis sumber data yang dipakai dalam sistem informasi geografi yaitu:

  1. Data spasial berbentuk vektor. Data ini bersumber dari peta topografi dan peta tematik lainnya.
  2. Data spasial berbentuk raster. Data ini bersumber dari hasil rekaman satelit atau pemotretan udara.
  3. Data alphanumerik. Data ini bersumber dari catatan statistik atau sumber lainnya, yang sifatnya sebagai deskripsi langsung atau sebagai tambahan dari data spasial.

Digitasi dengan AutoCAD Map

Pre Digitasi

Ketelitian hasil digitasi anda ditentukan oleh sumber data yang ada. Sedapat mungkin, gunakan peta yang paling baik dan paling mutakhir. Peta harus selalu dalam keadaan bersih, dapat terbaca dan dalam kondisi baik, untuk memastikan bahwa lokasi yang ada dapat didigitasi seteliti mungkin. Kondisi peta mudah berubah oleh keadaan cuaca. Untuk meminimalkan distorsi, sebaiknya peta digandakan kedalam suatu material yang stabil, misalnya mylar, untuk meminimalkan pemekaran dan pengkerutan. Meskipun cara ini adalah ideal tapi membutuhkan biaya tinggi. Cara lain yang lebih praktis adalah dengan meletakkan mylar di atas peta yang akan didigitasi. Sangat tidak dianjurkan untuk menggunakan peta hasil foto copy. Untuk menjaga konsistensi dalam pelaksanaan digitasi, tetapkan suatu urut-urutan prosedur standar untuk memastikan tata cara pemasukan data yang konsisten. Misalnya, anda akan melakukan digitasi fitur jalan, yang dalam hal ini direpresentasikan dengan garis. Sebuah garis pada peta jalan biasanya ada yang berupa garis tunggal dan garis ganda. Pastikan sebelumnya apakah digitasi akan dilakukan pada tengah-tengah garis atau pada salah satu tepi garis tersebut. Apapun pilihan anda, selama digitasi pilihan ini harus dilakukan secara konsisten dan sebaiknya buatlah catatan mengenai hal ini.

VEKTOR APLICATION

Kebanyakan pengguna AutoCAD mempelajari AutoCAD secara otodidak atau dari buku. Atau mungkin diajarkan oleh senior atau temannya. Salah satu kelemahan dari metode ini, kebanyakan anda menjadi terpaku dengan metode yang diajarkan. Anda akan mengikuti cara yang sama dilakukan oleh buku atau teman anda. Yang sebetulnya belum tentu cara kerja yang optimal. Kadang-kadang, meski anda menggunakan AutoCAD terbaru, anda tetap menggunakannya seperti menggunakan AutoCAD R.14!

1. Gunakan Template

Apakah setiap kali membuat file baru, anda selalu mendefenisikan styles (text, dimension, etc), layer, linestyles, dan sebagainya? Jika ya, anda membuang waktu beberapa menit setiap membuat file baru. Anda dapat langsung memperoleh hal-hal itu jika menggunakan template. Atur template standar yang ingin anda load untuk QNEW, dan simpan file-file template anda pada folder tersendiri.

2. Gunakan Text Field

Jika anda memiliki banyak teks yang harus anda ubah berkali-kali, teks field akan sangat membantu. Misalnya setiap kali anda harus mengubah tanggal cetak, nama file, digambar, dan sebagainya. Hal ini dapat anda peroleh secara otomatis dengan text field. Dan anda bahkan dapat menyimpan variabel tertentu dalam template.

3. Gunakan Dynamic Blocks

Jujur saja, awalnya saya membenci dynamic blocks. Menurut saya sangat aneh kalau saya punya block dengan nama yang sama, namun bentuknya berbeda-beda. Misalkan saya punya library pintu, saya beri attribute ‘P1′ untuk keyplan. Namun dengan dynamic block membuat ‘kacau’ karena kodenya sama, namun ukurannya berbeda-beda. Menurut saya, dynamic block sangat mengganggu standard perusahaan dan membingungkan. Namun kemudian saya menemukan bahwa dynamic block dapat berguna. Gunakan dynamic block HANYA untuk keperluan visual, tidak untuk scheduling atau komponen standard. Misalkan seperti dinding bata yang saya buat di tutorial ini.

4. Gunakan Annotation Scaling

Annotation Scaling adalah salah satu fitur favorit saya di AutoCAD 2008. Buatlah annotative styles jika anda sering bekerja dengan beberapa skala sekaligus. Anda akan dapat menjaga teks dan anotasi anda tetap terbaca meski skalanya anda ubah-ubah.

5. Gunakan Layer States

Dalam bekerja dengan AutoCAD, kita sering harus mengubah status layer, entah sekedar on/off, lineweight yang berbeda, linestyles, dan sebagainya. Dengan menggunakan layer states dan layer properties per-viewport, banyak keuntungan yang dapat anda dapatkan. Anda bahkan dapat memiliki satu drawing yang ditampilkan secara berbeda-beda!

6. Gunakan Design Center

Design center bisa dikatakan explorernya AutoCAD. Anda dapat mengkopi block, styles, dan berbagai elemen lain dari satu file ke file lain. Design center juga memungkinkan anda membuat tool palletes dari semua block yang ada pada satu file.

7. Gunakan Block Attributes

Block attributes sebenarnya merupakan ‘tag’ atau kode dari suatu block. Seperti part number, id, dan sebagainya. Namun banyak yang tidak mengoptimalkannya. Dengan menggunakan block attributes, anda dapat menghitung jumlah objek secara otomatis, untuk bill of material/bill of quantity.

8. Gunakan Sheetset

Sheetset merupakan manajemen drawing yang sangat baik untuk diterapkan. Banyak fitur otomatis untuk manajemen drawing yang dapat anda terapkan, seperti title block, batchplot, dan sebagainya.

9. Gunakan External Reference

External reference atau XREF dapat mengatasi banyak hal. Gunakan XREF jika anda memiliki desain yang kompleks, dan pisah menjadi beberapa drawing. Lebih baik anda menggunakan XREF daripada block, jika menginginkan bentuk tipikal anda berubah secara otomatis. XREF memungkinkan beberapa desain diubah secara simultan, karena berupa file-file terpisah. Anda juga dapat bekerja dalam mm untuk desain detail, dan m atau km untuk siteplan. Jika anda menggunakan koordinat global, anda akan membutuhkannya… karena pada area yang luas bekerja dengan mm akan mengakibatkan masalah.

10. Bacalah New Features Workshop

AutoCAD versi baru tentu memiliki fitur baru. Merupakan hal yang bijak untuk menyisihkan sedikit waktu untuk melihat new features workshop. Siapa tahu ada fitur baru yang anda butuhkan.

About these ads
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: